"Bali" Kompetitor Koperasi Terbaik

Senin, 10 Nopember 2014


Koperasi di Indonesia untuk kompetisi terbaik adalah bali. Hal itu terbukti karena setiap tahunnya Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia memberikan penghargaan untuk koperasi berprestasi maupun koperasi terbaik dan dari 1 sampai 10 dikuasai Bali. Demikian disampaikan Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Prakoso BS, saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Koperasi dan UMKM, Kamis, 06 Nopember 2014 di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur.

Pemerintah akan selalu mendorong koperasi dan UMKM Bali secara benar. Untuk itu koperasi dan UMKM Bali harus bisa memenuhi pasar baik dalam negeri maupun luar negeri, lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Bali, I Dewa Nyoman Patra, SH. MH., menyatakan menyambut baik dilaksanakannya pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan SDM koperasi dan UMKM yang sekaligus merupakan langkah yang sangat penting dan strategis untuk menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada kepentingan masyarakat khususnya di bidang Koperasi dan UMKM, karena pengalaman menunjukkan bahwa ketika mengalami krisis ekonomi justru Koperasi dan UMKM tetap mampu bertahan sebagai bagian yang menopang bergeraknya roda ekonomi masyarakat baik diperkotaan dan pedesaan dengan menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Oleh karena itu Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah terus berupaya meningkatkan kualitas pengelola koperasi dan UMKM melalui pelatihan-pelatihan, permodalan serta dalam hal pemasaran.

Dalam pendirian koperasi dan UMKM tetap berpedoman pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Tentang Perkoperasian dan UU Nomor 20 Tahun 2008 Tentang UMKM. Menyadari akan penting dan strategisnya peranan koperasi dan UMKM dalam menopang perekonomian daerah maka upaya pembinaan dan pemberdayaan adalah menjadi prioritas. Oleh karena itu Pemerintah Pusat, Kabupaten/Kota mempunyai kewajiban untuk mengimplementasikan undang-udang tersebut dengan berbagai upaya sehingga apa yang diamanatkan dalam uu tersebut betul-betul memberikan ruang yang kondusif bagi perkembangan koperasi dan UMKM.

Jumlah koperasi di Bali sebanyak 4.715, sedangkan koperasi yang tidak aktif hanya 466, maka Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Provinsi Bali sepakat dengan Pemerintah Kabupaten/kota untuk terus menumbuhkan koperasi yang berkualitas. Jadi tidak mengejar kuantitas tetapi kualitas. Koperasi yang aktif dan berkualitas sekarang sudah mencapai 78 persen, lanjut Dewa Patra.

Dalam laporannya, Panitia Penyelenggara Pelatihan, Badrus Taka, menyatakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Koperasi dan UMKM terbagi dalam dua pelatihan yaitu Pelatihan Peningkatan Kemampuan Manajemen & Akuntansi bagi SDM Koperasi yang diikuti oleh 240 orang kalangan koperasi, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola koperasi dalam mengelola dan mengembangkan usaha koperasi sehingga koperasi dapat meningkatan kesejahteraan anggotanya; dan Pelatihan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah, terutama wirausaha pemula bertujuan untuk meingkatkan kemampuan UMKM dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana untuk mengembangkan usahanya. Peserta pelatihan ini diikuti oleh 80 orang peserta dari kalangan pelaku UMKM.

 <Albert>