KEMENLU TAIWAN MONITORING OVOP

Selasa, 30 Nopember 2010

Rombongan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Taiwan sebanyak 11 orang dipimpin Kepala Bidang Pengkajian Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UKM dan Koperasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Ir. Hendrianto difasilitasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Prov insi Bali diwakili Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan, Dra. Ida Ayu Oka Sulistyawati didampingi Kepala Seksi Pengumpulan dan Pengolahan Data, Dra. Ni Made Swastini, MSi dan Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi, Dra. Ni Made Sutarmiasih, Senin (22/11) lalu mengunjungi pertanian One Village One Produks (OVOP) “Satu Desa Satu Produk” di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli dan Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.
Saat audensi dengan Bupati Bangli, Hendrianto menjelaskan tujuan kunjungan Kemenlu Taiwan ke pertanian OVOP ini, untuk memonitoring dan mengevaluasi perkembangannya dalam tahun pertama 2010 ini apa ada hambatan? Jika ada, segera dicarikan solusinya. Kegiatan OVOP ini diprogram selama 4 tahu n dari tahun 2010 s.d 2013 dan akan dievaluasi setiap akhir tahun. Untuk suksesnya, berharap kepada Bupati kerjasama yang telah dijalin selama ini dipererat lagi dan bisa membantu sarana prasarana bila diperlukan.
Bupati Bangli, I Made Gianyar, SH.MH didampingi Wakil Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, SE dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangli, Drs. I.G.P. Bagus Suryadi, MM dalam arahannya mengatakan, berterima kasih kepada Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI karena program OVOP ini diarahkan ke Provinsi Bali khususnya Bangli dan begitu juga kepada pemerintah Taiwan. Menurut filosofi orang Bali, tamu adalah berkah bagi kami dan untuk itu, kami berharap disana senang dan disini senang. Kami minta pemerintah Taiwan buat dulu contoh program OVOP di B angli sukses, baru ke daerah lainnya. Promosikan juga provinsi Bali khususnya Bangli di pemerintahan Taiwan.
Disisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangli, Suryadi mengungkapkan, dengan adanya program OVOP ini dari segi pendidikan, pola pikir petani sudah lebih maju bagaimana mengolah pertanian dengan baik dan dari segi ekonomi, nilai hasil panen lebih meningkat dari semula per kilogram jeruk harganya Rp. 3.000, sekarang Rp. 5.000.
Usai audensi di ruang kerja kantor Bupati Bangli, Bupati beserta rombongan mengunjungi lokasi percontohan pertanian OVOP di Dusun Kayuamba, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Menurut Asisten Taiwan Technical Mission (TTM) pertanian OVOP, Kadek Artawan, luas lahan pertanian OVOP ini 1,5 ha dan jenis buah yang ditanam berupa : Jambu Kristal, Papaya Red Lady, Jeruk Siam Selayar, Sat Suma, Fremont, Greape Fruit dan Kepruk Soe. Sedangkan tanaman sayur berupa : Baby Buncis dan Asparagus.
Mulai bulan Maret 2010 ini, TTM bekerjasama dengan Kelompok Tani Dusun Linjong Sari, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli yang beranggotakan 25 orang dan jenis tanaman yang ditanam : Jeruk Kristal, Pepaya Red Lady dan Baby Buncis. Adapun bentuk kerjasamanya, bibit tanaman langsung dari petani dan teknik pemangkasan, pemupukan serta pengontrolan hama dari TTM. Bentuk kerjasama dengan kelompok tani lainnya akan dikembangkan secara bertahap jika kerjasama dengan Kelompok Tani Dusun Linjong Sari sudah berjalan lancar dan sukses.
Selanjutnya rombongan menuju Balai Penyuluhan Pertanian di Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung dan karena cuaca tidak mendukung (hujan lebat), kegiatan meninjau pertanian dibatalkan, dilanjutkan dengan menggelar rapat evaluasi hasil monitoring di Kabupaten Bangli.