Tujuan dan Sasaran

Rabu, 05 Maret 2014

Tujuan :

  1. Mewujudkan penumbuhkembangan perlindungan kewirausahaan Koperasi dan UMKM.
  2. Mewujudkan  daya saing Koperasi dan UMKM.
  3. Mewujudkan fasilitasi pembiayaan dan penjaminan bagi Koperasi dan UMKM.
  4. Mewujudkan koperasi yang berkualitas dan sehat.
  5. Mewujudkan  produk unggulan daerah yang berdaya saing melalui koperasi dan UMKM.
  6. Mewujudkan kompetensi SDM pengelola koperasi dan UMKM.
  7. Mewujudkan kemitraan dalam dunia usaha.
  8. Mewujudkan kelancaran pelayanan pemerintah.

Sasaran :
  1. Meningkatnya kewirausahaan Koperasi dan UMKM
  2. Meningkatnya daya saing Koperasi dan UMKM.
  3. Meningkatnya fasilitasi pembiayaan dan penjaminan bagi Koperasi dan UMKM.
  4. Meningkatnya koperasi yang berkualitas dan sehat.
  5. Meningkatnya produk unggulan daerah yang berdaya saing melalui koperasi dan UMKM.
  6. Meningkatnya kompetensi SDM pengelola koperasi dan UMKM.
  7. Meningkatnya jaringan informasi kemitraan antar lembaga.
  8. Meningkatnya pelayanan aparatur pemerintah.


Penjelasan sasaran :


  1. Meningkatnya kewirausahaan Koperasi dan UMKM. Tumbuhnya wirausaha muda/baru diberbagai sektor diharapkan mampu menumbuhkan koperasi dan UMKM. Menumbuhkan jiwa wirausaha dikalangan pelajar, mahasiswa dan masyarakat  mempunyai nilai strategis dalam menghadapi dunia usaha. Wirausaha dibidang koperasi dan UMKM akan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dunia usaha dan  perekonomian daerah.
  2. Meningkatnya daya saing Koperasi dan UMKM. Keluarnya Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing Koperasi dan UMKM. Disamping itu adanya akses perbankan dan lembaga penjaminan kredit daerah diharapkan mampu mengatasi permasalahan penguatan modal bagi para pelaku koperasi dan UMKM.
  3. Meningkatnya fasilitasi pembiayaan dan penjaminan bagi Koperasi dan UMKM. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh pelaku Koperasi dan UMKM adalah terbatasnya akses permodalan. Terlebih lagi pelaku usaha UMKM di sektor informal, mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan penguatan modal untuk usahanya. Pemerintah daerah berkewajiban untuk mengupayakan memfasilitasi para pelaku Koperasi dan UMKM untuk memfasilitasi dengan kalangan Perbankan dan Pengusaha besar dan BUMN maupun BUMD agar terbangun temu kemitraan.
  4. Meningkatnya koperasi yang berkualitas dan sehat. Tumbuhnya koperasi berkualitas dan sehat merupakan indiator keberhasilan dalam pemberdayaan koperasi. Koperasi yang berkualitas dan sehat akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap koperasi dan akan meningkatkan perekonomian daerah. Pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutkan wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalan hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali.
  5. Meningkatnya produk unggulan daerah yang berdaya saing melalui koperasi dan UMKM. Provinsi Bali sangat kaya dengan potensi produk unggulan daerah, baik di sektor pertanian dalam arti luas maupun dalam sektor kerajinan. Hal ini tentu menjadi modal dasar dalam rangka peningkatan ekonomi kerakyatan. Produk unggulan daerah saat ini dapat dikembangkan melalui koperasi dengan pendekatan One Village One Product (OVOP). Dengan pendekatan OVOP peran koperasi dalam pengembangan produk unggulan daerah sangat strategis.
  6. Meningkatnya kompetensi SDM pengelola koperasi dan UMKM. Salah satu modal penting alam pengelolaan koperasi dan UMKM adalah tersedianya SDM yang memadai dari segi pengetahuan, skill dan sikap perilakunya. Saat ini ketersediaan SDM yang bergerak dibidang koperasi dan UMKM masih kurang dari segi kualitas dan kuantitas.
  7. Meningkatnya jaringan informasi kemitraan antar lembaga. Perkembangan koperasi dan UMKM membutuhkan adanya jaringan kemitraan antar lembaga sehingga akses informasi mengenai permodalan, pemasaran produk hasil koperasi dan UMKM cepat bisa diketahui.
  8. Meningkatnya pelayanan aparatur pemerintah. Pengetahuan dan pemahaman dari aparatur pemerintah mengenai koperasi dan UMKM sangat dibutuhkan agar mampu memberikan pelayanan dan pembinaan yang baik. 


<Albert>